Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Rabu, 05 November 2008

PENDIDIKAN NILAI DALAM PEMBELAJARAN IPS

Dewasa ini dunia pendidikan semakin terpuruk karena dianggap gagal mendidik generasi muda Indonesia. Dan porsi kegagalan terbesar dari kegagalan itu adalah model pengajaran yang diterapkan selama ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa selama beberapa dekade ini pendidikan hanya menyuguhkan hafalan dan siswa dianggap sebagai mesin foto kopi yang harus menghafal berlembar-lembar. Siswa tidak diajak untuk berpikir dan bagaimana berpikir untuk mengembangkan hidup. Pendidikan kurang menyentuh pada pembentukan watak dan moralitas seseorang sehingga yang muncul adalah dehumanisasi dan dekadensi moral. Lepas dari faktor penyebab kegagalan, guru memegang peranan penting dalam soal sukses tidaknya proses pembelajaran.

Jika menilik kebelakang sebentar dengan proses pembelajaran selama ini adalah dunia pendidikan ( guru, red. ) masih menggunakan paradigma lama sehingga siswa tidak diberi kesempatan yang bebas untuk mengkreasikan secara aktif ide atau gagasannya. Dengan kata lain siswa merupakan botol kosong yang harus diisi sebanyak-banyaknya, hal ini berimplikasi bahwa siswa harus rela menyerahkan hak-haknya sewaktu dilakukan pengisian. Sistem komando dan maha tahu menjadi mantra yang sangat ampuh untuk selalu melegitimasi tindakannya. Pada paradigma lama tidak bisa dipungkiri bahwa guru sering melakukan hal-hal berikut misalnya ; memindahkan pengetahuan dari guru ke siswa, mengkotak-kotakkan siswa berdasar tingkat keberhasilan dalam menghafal dan memacu siswa untuk berkompetisi bagaikan ayam adun. ( lihat; Anita Lie : Coorporative Learning, Grasindo, Jakarta, 2003, hal. 3 ). Seiring tuntutan jaman dan semakin meningkatnya kebutuhan pendidikan maka dunia pendidikan harus berbenah diri sehingga tercipta kualitas pendidikan yang lebih baik. Untuk itu, guru harus berani mengubah paradigma lama kedalam paradigma yang lebih baru. Guru jangan hanya mengacung-acungkan keris yang bengkok, sudah karaten dan tumpul dalam proses belajarnya. Sekarang pusaka tidak hanya keris tetapi masih banyak lagi yang mempunyai fungsi sama dan bahkan lebih efisien penggunaannya.

Pendidik perlu membuat konstruksi pembelajaran yang termuat dalam silabus atau RPP ( rencana pelaksanaan pembelajaran ) yang terstruktur secara rapi sehingga dalam tataran praksis muda dipahami. Silabus dan RPP setelah ditandatangani kepala sekolah jangan hanya dimuseumkan dan dipuja. Maka dari itu konstruksi pembelajaran harus memuat hal-hal berikut : pertama; pengetahuan yang dibuat ditemukan, dibentuk dan dikembangkan oleh siswa. Kedua siswa diberi kebebasan untuk membangun pengetahuan secara aktif, ketiga ; guru perlu mengembangkan kompetensinya dan kemampuan siswa lewat kegiatan-kegiatan penemuan. Keempat ; terbangunnya interaksi dan relasi yang baik antara peserta didik dan pendidik. ( ibidem., hal. 5 ).
Lalu bagaimana dengan pembelajaran ilmu-ilmu sosial yang dijenjang sekolah menengah pertama dikenal dengan IPS ( ilmu pengetahuan sosial ). Di jenjang SMP pelajaran IPS dikenal pelajaran pada kasta sudra atau bahkan paria. Hal ini disebabkan siswa ogah-ogahan dalam mengikuti pelajaran yang membosankan, hafalan, dan gurunya yang terkadang menyebalkan. Mendengar kata IPS beberapa anak sudah alergi dan mual-mual, hanya karena kewajiban saja dan takut nilai merah terpaksa siswa harus mengikuti dengan tingkat keterpaksaan tinggi. Bahkan di tingkat SMA jurusan IPS hanya untuk anak buangan yang tidak diterima dijurusan IPA. Secara ekstrem bahwa penghuni jurusan IPS seperti penghuni kota tua atau kota lain yang jauh dari peradaban, kalau diibaratkan penghuni jurusan ini adalah suku terasing disuatu pulau terpencil. Inilah sedikit gambaran betapa terpuruknya ilmu-ilmu sosial yang sebenarnya sangat kaya dan tidak kalah prestisiusnya dengan jurusan lainnya. Salahnya pengajaran dan pendekatan yang dipraktekkan guru dikelas selama pengajaran menyumbangkan andil terbesar dari keterpurukan ini. Memang tidak bisa dipungkiri keterpurukan terjadi karena sistem pendidikan nasional, penyususnan kurikulum dan politisasi dalam dunia pendidikan.
Ilmu sosial atau humaniora sebenarnya sarat akan nilai-nilai yang menyumbangkan keberhasilan seseorang dalam masyarakat. Coba bayangkan seseorang berhasil dalam bisnis, diplomasi, hubungan regional maupun internasional tidak lepas dari interaksi sosial. Dalam interaksi tersebut seseorang dituntut untuk bisa memahami karakter, etika pergaulan dan spiritual sehingga seseorang berhasil menyelami sikap, kemauan dan membangun kesepakatan dengan orang lain. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosial bukan matematis atau hukum alam. Untuk itu betapa pentingnya pendekatan sosial dalam kehidupan ini dan itu semua ada dalam konstruksi ilmu-ilmu sosial. Agar pembelajaran IPS di sekolah tidak membosankan dan mendapat tempat dihati peserta didik maka guru harus menghindari metode hafalan dan pendekatan pokoke atau hukum mutlak. Pembelajaran ilmu sosial harus mengedepankan informasi akurat, up to date, pemahaman dan penghayatan keilmuan, nilai hidup dan moral secara jelas. Untuk mengoperasionalkan tujuan tersebut maka guru sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ( bdk; Sutarjo Adi Susilo : Metode pendidikan nilai dalam ilmu humaniora; makalah yang diseminarkan dalam Seminar Alumni Jurusan Pendidikan Ilmu Sosial, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 2000 ) :
v Pembelajaran harus bersifat siswa sentris yaitu guru harus memahami keadaan siswa, memperhatikan perkembangannya dan harus ada evaluasi yang maksimal berkaitan dengan gambaran perkembangan siswa.
v Pembelajaran harus bersifat humanistik yaitu peserta didik harus dipahami dan dihargai sebagai manusia yang utuh dengan suasana kekeluargaan dalam kelas. Dengan pendekatan ini sisw akan mudah mengeksplorasi bakat dan minatnya.
v Menggunakan pendekatan belajar multidimensional atau multi kebenaran, multi media dan multi evaluasi. Hal ini mengandung maksud siswa akan lebih enjoy dan tercipta joyfull learning, siswa at home dikelas, dan mudah memahami materi serta kesalahan-keselahan yang dilakukan sehingga mudah untuk dibenahi. Multi media menyebabkan siswa mudah membandingkan dan mengkaji dari berbagai sumber belajar.
v Partisipasi aktif dan kreatif siswa didalam kelas. Guru harus berhasil melibatkan siswa dalam proses belajar sehingga siswa akan mempunyai sense of belonging dalam setiap aktifitasnya.

Proses pembelajaran dibuat semenarik mungkin dengan cara menyampaikan kerangka konseptual secara jelas dan mengangkat nilai-nilai yang terkandung dalam fakta tersebut. Guru harus berani memunculkan nilai yang bisa diangkat dan dihayati untuk menjadi gerakan bersama. Misal dalam pembelajaran ekonomi materi transaksi jual beli seyogyanya mengangkat nilai kejujuran dan kekeluargaan. Dalam pembelajaran sejarah materi nasionalisme mengangkat tentang perjuangan dan daya juang. Geografi mengangkat nilai Tuhan dan manusia. Pkn mengangkat nilai keadilan dan demokratisasi. Nilai-nilai yang sudah ditemukan tersebut diamalkan dan dihayati dalam kesehariannya dan akan lebih baik guru kerjasama dengan orang tua/ wali siswa untuk memantau penerapannya. Mudahnya sebagai berikut : siswa diberi tugas untuk membuat laporan harian nilai-nilai yang sudah diterapkan sehari-hari dirumah, orang tua menandatangani tugas laporan tersebut dan guru mengecek sejauhmana pelaksanaannya melalui buku tersebut. Di dalam kelas guru mengajak peserta didik untuk merefleksikan nilai-nilai tersebut, manfaatnya dan kendala-kendalanya apa yang ditemukan dalam pelaksanaannya.
Adapaun salah satu pendekatan dalam ilmu sosial adalah Value Clarification Technique ( VCT ). Pendekatan ini meliputi antara lain: pertama : Evolution Approach ( pendekatan evokasi ) : Siswa diberi kebebasan mengekspresikan tentang perasaan, peni;aian dan tanggapan terhadap obyek belajar, kebebasan mengangkat nilai-nilai yang terkandung dalam proses pembelajaran. Kedua : pendekatan sugesti terarah yaitu guru harus menciptakan stimulant bagi peserta didik dan secara halus mengarahkan pada suatu kesimpulan terarah. Ketiga : pendekatan kesadaran : dalam pendekatan ini peserta didik diajak untuk mengamati lingkungan sekitar untuk menyadari keberadaan dirinya, sesama dan lingkungan. Keempat : Moral Reasoning ( mencari nilai moral ) yaitu fasilitator membuat dilema untuk dipecahkan secara bersama dan peserta diharapkan menemukan nilai-nilai moral yang terkandung didalamnya. ( bdk., ibidem., hal. 3 ). Siswa juga diajak untuk merefleksikannya sejauhmana nilai-nilai tersebut membangun mentalitasnya. Dalam pendekatan ini bentuk kegiatannya bisa berupa diskusi, studi kasus, nonton film dan sebagainya. Contoh : pada pembelajaran PPKn di SMP Santa Maria Surabaya, guru ( penulis, red., ) memutarkan sebuah film tentang pelanggaran HAM, indikator yang mau dicapai adalah siswa mampu menganalisis kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia, kemudian setelah selesai memutarkan film kelas dibuat dalam beberapa kelompok kerja dan masing-masing menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam film tersebut. Kegiatan ditutup dengan merefleksikan ( selama 10 menit ) nilai-nilai tersebut manfaatnya bagi kehidupan keseharian sehingga diharapkan peserta didik mempunyai bekal nilai humanisme dean hal itu akan bermanfaat jika kelak nantinya mereka terjun ke masyarakat.
Untuk dapat melaksanakan pendekatan-pendekatan diatas maka guru harus terampil menguasai kelas. Guru harus bisa membuat pemetaan kelas agar kegiatan dapat berjalan lancar tanpa harus ada “ intimidasi “ di dalam kelas. Selain itu dalam tehnik pembelajarannya guru seyogyanya membuat pertanyaan-pertanyaan yang bervariasi sehingga akan tercipta nuansa kebebasan bagi para siswa untuk menentukan jawaban tanpa harus terkotak oleh jawaban yang sudah dibuat gurunya. Adapun bentuk-bentuk pertanyaannya antara lain ( lihat dan bdk. Ibidem., hal 7 ):
a. Pertanyaan penjajagan yatu untuk mengetahui sejauhmana siswa paham akan materi misalnya : setelah meliht tayangan atau peristiwa tadi adakah diantara kalian yang merasakan kesedihan ? mengapa ! , dan lainnya .
b. Pertanyaan klarifikasi yaitu untuk mengetahui kedalaman pemahaman siswa tentang suatu materi misal : Jelaskan makna atau hakekat dari kasus pelanggaran HAM yang telah kalian kaji !
c. Pertanyaan untuk meminta alasan misalnya; Dalam peristiwa tersebut ada orang yang dikeroyok massa. Baikkah tindakan pengeroyokan tersebut ? mengapa demikian ? jelaskan !
d. Pertanyaan yang bersifat menuntun yaitu untuk membantu siswa dalam menemukan nilai-nilai hidup yang bermanfaat, misal ; Dari sejumlah jawaban teman-temanmu tadi dinyatakan bahwa pelanggaran HAM tidak dapat dibenarkan oleh siapapun dan apapun. Apakah ajaran moral bangsa, agama dan hukum juga beranggapan demikian ? berilah komentar !
e. Pertanyaan yang bersifat personifikasi atau analogi. Pertanyaan ini membantu siswa untuk lebih tajam dalam menganalisa dan menemukan sikap hidup atau nilai hidup yang lebih baik. Hal ini sangat membntu siswa untuk menyadarkan arti sebuah hakekat manusia dan masyarakat. Pertanyaannya misalkan ; Coba tadi Andi menjawab bahwa pemukulan dalam film tersebut sah-sah saja sebagai pelajaran bagi pelaku demonstran. Sekarang coba bayangkan bahwa para demonstran itu adalah kakakmu atau saudaramu? Aapakah kamu akan tetap bertindak demikaian ?


Dengan adanya variasi pertanyaan-pertanyaan tersebut siswa dapat bereksplorasi dan guru dapat menyelesaikan beban kurikulum yang memang menjadi tanggung jawabnya. Siswa kan merasa enjoy dalam mengikuti pelajaran-pelajaran sosial. Ikatan emosional antar sesama dan interaksi akan terjalin dengan baik seiring dengan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan. Secara filosofi dapat dirumuskan bahwa dalam belajar siswa senang dan dapat memaknai apa yang dipelajarinya. Adanya penghrgaan terhadap seluruh komunitas kelas, saling menghormati dan menghargai antar komponen kelas, saling membantu akan menjadi bekal dikemudian hari sehingga akan tercipta peradaban bangsa yang baik melalui generasi muda. Hal inilah sebenarnya sebagai suatu jawaban akan kebutuhan pendidikan selama ini terutama bagi mata pelajaran IPS yang dirasakan sangat menyebalkan dan membosankan. Pendidikan Indonesia yang sekarang ini baru berbenah dan sudah jauh dari orientasi pendidikan yang sebenarnya harus benar-benar menciptakan manusia yang manusiawi. Pendidikan sekarang ini mengalami pendangkalan kemanusian, masyarakat mudah dipecah belah, tindakan anarkis dimana-mana, dan tidak saling menghormati seolah menjadi ciri khas bangsa ini. ( lihat ., Majalah Gerrbang; dalam sosok Ahmad Syafii Maarif; Biduk kecil yang diselamatkan Gelombang., Universitas Muhammadiyah Yogyakarta., edisi 4 th V-2005 ). Dengan adanya penanaman nilai-nilai kehidupan yang terintegrasi dalam proses belajar mengajar diharapkan bahwa pendidikan akan menyelamatkan manusia bukan menggerus nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri. Pendidikan akan menjadikan besar suatu bangsa yang sarat dengan sikap hidup bermasyarakat yang baik, sopan santun, manusiwai dan ramah tamah akan menciptakan negara kuat dan bermartabat.

sak lengkape dul »»

Selasa, 04 November 2008

DUKUNG KAMI

sak lengkape dul »»

Selasa, 28 Oktober 2008

batuan

Bagian luar bumi tertutupi oleh daratan dan lautan dimana bagian dari lautan lebih besar daripada bagian daratan. Akan tetapi karena daratan adalah bagian dari kulit bumi yang dapat kita amati langsung dengan dekat maka banyak hal-hal yang dapat pula kita ketahui dengan cepat dan jelas. Salah satu diantaranya adalah kenyataan bahwa daratan tersusun oleh beberapa jenis batuan yang berbeda satu sama lain. Dari jenisnya batuan-batuan tersebut dapat digolongkan menjadi 3 jenis golongan. Mereka adalah : batuan beku (igneous rocks), batuan sediment (sedimentary rocks), dan batuan metamorfosa/malihan (metamorphic rocks). Batuan-batuan tersebut berbeda-beda materi penyusunnya dan berbeda pula proses terbentuknya.


Batuan beku atau sering disebut igneous rocks adalah batuan yang terbentuk dari satu atau beberapa mineral dan terbentuk akibat pembekuan dari magma. Berdasarkan teksturnya batuan beku ini bisa dibedakan lagi menjadi batuan beku plutonik dan vulkanik. Perbedaan antara keduanya bisa dilihat dari besar mineral penyusun batuannya. Batuan beku plutonik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang relatif lebih lambat sehingga mineral-mineral penyusunnya relatif besar. Contoh batuan beku plutonik ini seperti gabro, diorite, dan granit (yang sering dijadikan hiasan rumah). Sedangkan batuan beku vulkanik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang sangat cepat (misalnya akibat letusan gunung api) sehingga mineral penyusunnya lebih kecil. Contohnya adalah basalt, andesit (yang sering dijadikan pondasi rumah), dan dacite



Batuan sediment atau sering disebut sedimentary rocks adalah batuan yang terbentuk akibat proses pembatuan atau lithifikasi dari hasil proses pelapukan dan erosi yang kemudian tertransportasi dan seterusnya terendapkan. Batuan sediment ini bias digolongkan lagi menjadi beberapa bagian diantaranya batuan sediment klastik, batuan sediment kimia, dan batuan sediment organik. Batuan sediment klastik terbentuk melalui proses pengendapan dari material-material yang mengalami proses transportasi. Besar butir dari batuan sediment klastik bervariasi dari mulai ukuran lempung sampai ukuran bongkah. Biasanya batuan tersebut menjadi batuan penyimpan hidrokarbon (reservoir rocks) atau bisa juga menjadi batuan induk sebagai penghasil hidrokarbon (source rocks). Contohnya batu konglomerat, batu pasir dan batu lempung. Batuan sediment kimia terbentuk melalui proses presipitasi dari larutan. Biasanya batuan tersebut menjadi batuan pelindung (seal rocks) hidrokarbon dari migrasi. Contohnya anhidrit dan batu garam (salt). Batuan sediment organik terbentuk dari gabungan sisa-sisa makhluk hidup. Batuan ini biasanya menjadi batuan induk (source) atau batuan penyimpan (reservoir). Contohnya adalah batugamping terumbu.




Batuan metamorf atau batuan malihan adalah batuan yang terbentuk akibat proses perubahan temperature dan/atau tekanan dari batuan yang telah ada sebelumnya. Akibat bertambahnya temperature dan/atau tekanan, batuan sebelumnya akan berubah tektur dan strukturnya sehingga membentuk batuan baru dengan tekstur dan struktur yang baru pula. Contoh batuan tersebut adalah batu sabak atau slate yang merupakan perubahan batu lempung. Batu marmer yang merupakan perubahan dari batu gamping. Batu kuarsit yang merupakan perubahan dari batu pasir.Apabila semua batuan-batuan yang sebelumnya terpanaskan dan meleleh maka akan membentuk magma yang kemudian mengalami proses pendinginan kembali dan menjadi batuan-batuan baru lagi.




Proses-proses tersebut berlangsung sepanjang waktu baik di masa lampau maupun masa yang akan datang. Kejadian alam dan proses geologi yang berlangsung sekarang inilah yang memberikan gambaran apa yang telah terjadi di masa lampau seperti diungkapkan oleh ahli geologi “JAMES HUTTON” dengan teorinya “THE PRESENT IS THE KEY TO THE PAST”


sak lengkape dul »»

Selasa, 21 Oktober 2008

BEBERAPA tahun terakhir ini, para dokter mulai meyakini bahwa kegiatan masturbasi ternyata tidak memberi efek buruk bagi pelakunya. Pandangan ini tentu saja tidak begitu saja muncul. Pada abad 18 dan 19, ada pandangan yang menyatakan bahwa masturbasi terkait dengan menurunnya kemampuan tubuh secara umum. Masturbasi juga dikatakan menurunkan daya penglihatan, mengganggu sistem saraf, dan sebagainya.


Alex McKay, koordinator riset pada Sex Information and Education Council, Kanada memberi komentar bahwa banyak orang merasa bersalah gara-gara melakukan masturbasi: "Alasannya, seks itu harus dilakukan demi reproduksi dan masturbasi melenceng dari tujuan itu...memang ada perbedaan pandangan di antara para profesional dari berbagai disiplin mengenai masturbasi."

Dan memang benar, ada psikolog yang mengatakan bahwa masturbasi itu bentuk egoisme. Sementara ahli yang lain mengatakan, masturbasi itu tidak sesuai dengan ajaran agama. Sex terapis Bill dan Carolyn Chernenkoff justru menyarankan stimulasi/rangsangan pribadi atau berpasangan ini.

Mereka bilang "Tidak ada yang lebih baik terutama bagi anak-anak muda untuk melakukan masturbasi saat hormon mereka mulai berkembang.Biasanya hal ini bakal mencegah mereka untuk melakukan aktivitas seksual yang justru dilarang dan mencegah kehamilan tak dikehendaki."

Tentu saja, kata mereka, bagi pasangan yang sudah menikah, kegiatan ini bermanfaat. Terutama bagi mereka yang sedang berjauhan dari pasangan karena masalah tertentu karena pekerjaan misalnya.

Berikut beberapa manfaat masturbasi:

* Merangsang kemampuan fantasi
* Membuat seseorang menjadi makin nyaman dengan seksualitas mereka.
* Bakal luar biasa bila dilakukan bersama pasangan
* Membantu kita memahami reaksi-reaksi tubuh sendiri yang berguna bagi kegiatan seksual bersama pasangan
* Memelihara aliran darah di pelvic dan memperkuat otot kelamin.
* Membantu melepas stres
* Kadang-kadang dapat melepaskan ketegangan bagi wanita yang sedang mengalami menstruasi
* Yang jelas tidak menyebabkan kehamilan, aman.
* Gairah seksual yang menggelegak dan berlangsung lama pada pria biasanya menyebabkan nyeri yang biasa disebut "blue balls". Karena itu masturbasi membantu melepaskannya.


Sebaliknya, ada beberapa masalah yang bisa timbul gara-gara masturbasi, antara lain:

* Bagi para lelaki, keseringan masturbasi menyebabkan abrasi kulit. Dapat diatasi dengan menggunakan pelicin atau pelumas seperti jeli
* Tentu saja menghabiskan waktu. Beberapa anak muda bahkan melakukan masturbasi beberapa kali sehari.

sak lengkape dul »»

Borobudur Masih Diakui Sebagai Warisan Budaya Dunia

Candi Borobudur yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng) hingga saat ini masih diakui sebagai warisan budaya dunia, meski dalam hasil polling sebuah lembaga swasta di Swiss tidak masuk lagi sebagai 'keajaiban dunia'.


"Kriteria polling tidak begitu jelas, belum bisa jadi patokan. Yang pasti, UNESCO masih mengakui Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia," kata dosen sejarah dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sumargono, Kamis.
Kredibilitas polling tersebut memang perlu dipertanyakan karena kriterianya tidak jelas. Lain dengan UNESCO, kriterianya jelas, seperti aspek arkeologi dan keaslian.
Meski demikian, kata dia, hasil polling itu setidaknya bisa menjadi tantangan bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk lebih memperhatikan Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia dan tetap menjaga kelestarian candi Budha tersebut.
Ia mengingatkan agar Candi Borobudur ditata dalam segala aspek agar lebih dikenal masyarakat internasional dan bisa menarik wisatawan mancanegara untuk mengunjungi candi yang menjadi tempat ibadah umat Budha dari seluruh Indonesia bahkan negara-negara anggota ASEAN.
"Salah satu penataan yang penting dilakukan adalah menertibkan pedagang asongan yang mengganggu wisatawan serta melakukan penghijauan di beberapa bagian di sekitar candi. Selain penataan, Candi Borobudur juga perlu lebih gencar dipromosikan untuk menarik kedatangan wisatawan mancanegara," katanya.
Apalagi Borobudur selama ini juga dikenal sebagai tempat perayaan Waisak bagi umat Budha. Ini berarti candi tersebut juga menjadi obyek wisata religius yang tentu menarik bagi umat Budha di seluruh dunia.
Tujuh keajaiban dunia yang baru, yang diumumkan, Minggu (8/7) adalah Taj Mahal (India), reruntuhan Petra (Yordania), Tembok Besar (China), reruntuhan Machu Picchu (Peru), reruntuhan Chichen Itza (Meksiko), Koloseum (Roma), dan Patung Kristus Sang Penebus (Brasil).

sak lengkape dul »»

Jumat, 17 Oktober 2008

boyongan lagi.....

Tak terasa sudah 8 tahun Jur Geografi menjadi bagian dari keluarga di FMIPA nmun akhir2 ini desas-desus akan dibetuknya fakultas baru di UM tercinta semakin mendorong geografi untuk membentuk bahtera rumah tangga baru yang sempat pecah karena pemisahan ekonomi yang kini menjadi fakultas baru di UM.


ya kemungkinan kepindahan Jur Geo ke FIS(Fakultas ILmu Sosial)Semakin menemui titik kejelasan setelah kemarin ku dengar bahwa para dosen sedang mengikuti rapat sosialisais pembentukan fakultas baru tersebut.apakah ini benar-benar usaha dari para petinggi yang ada di kampus kita tercinta ini untuk meningkatkan kualitas ataukah tuntutan untuk bisa meningkatkatkan daya tampung mahasiswa yang ujung-ujungnya juga duit yang menjadi prmotor dari rencana ini, bukankah kita mahasiswa geografi sebagai bagian dari civitas akedemika UM seharusnya ikut dalam penentuan keijakan kampus semacam ini.senggguh sangat sedih rasanya aku akan berpisah dengan teman2 di FMIPA tak hanya itu saja nilai tawar dri jurusan.Mungkin seharusnya dipikirkan kembali rencana tersebut apakah benar@ kebutuhan vital yang harus dipenuhi atau sekedar aktivitas politik petimggi kampus untuk mendapatkan UANG.kita semua tak ada tang tahu....mudah2an semua keputusan yang diambil dapat memberikan manfaat daripada mudharatnya...
amin-amin ya rabbal alamin.YAKUSA......

sak lengkape dul »»

Minggu, 12 Oktober 2008

PROSPEK PENGEMBANGAN WISATA DI KAWASAN TIMUR KABUPATEN MALANG

Dengan di berlakukanya UU NO 22 Tahun1999 dan UU NO 25 Tahun 1999 tentang pemerintah daerah dan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Daerah di tuntut untuk selalu berupaya semaksimal mungkin dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Hal ini bisa di lakukan dengan memanfaatkan potensi potensi yang ada, salah satunya adalah potensi pariwisata. Dengan otonomi daerah tesebut Pemerintahan pusat memberikan wewenang kepada Pemerintah daerah secara penuh dalam mengelola dan memanfaatkan potensi pariwisata yang ada di daerahnya. Serta menetapkan dan mengusahakan sendiri dalam melaksanakan pengembangannya. Wewenang diberikan kepada daerah karena Pemerintah daerah lebih mengerti dan memungkinkan untuk dapat mendayagunakan potensi pariwisata yang dimiliki dengan lebih berdayaguna dan berhasil guna. Pemerintah Kabupaten Malang sendiri mulai mengembangkan kawasan timur menjadi kawasan wisata sebagai pengganti obyek daya tarik wisata di Batu yang sekarang menjadi pemerintahan sendiri, dengan harapan ke depan pengembangan wisata kawasan timur dapat memberikan pemasukan kepada PAD kabupaten Malang


Berangkat dari uraian tersebut, Peneliti ingin mengetahui lebih jauh prospek pengembangan wisata di Kawasan Timur Kabupaten Malang.dan berusaha mengetahui masalah dan kendala yang dihadapi dalam pengembangannya dengan mengoperasionalkan pengembangan wisata meliputi rencana pengembangan wisata yaitu identifikasi obyek wisata, identifikasi komoditi unggulan Malang Timur penunjang wisata, pengembangan pariwisata berdimensi lingkungan, pelaksanaan pengembangan wisata, yaitu institusi kepariwisataan, penetapan kawasan wisata, penyediaan sarana dan prasarana, realisasi APBD dalam pengembangan wisata serta peluang pengembangan wisata, yaitu : partisipasi masyarakat, kerja sama dengan sektor swasta, analisa SWOT terhadap pengembangan wisata dan sapta pesona.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif dengan unit analisis Dinas Pariwisata sebagai subyek dan nara sumber penelitian. Pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif.

Dari hasil penelitian didapatkan prospek pengembangan wisata di kawasan timur memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan dalam meraih pangsa pasar dan menjadi wisata unggulan Kabupaten Malang karena potensi wisata eksternal pada wawasan tersebut adalah potensi wisata unggulan di Jawa Timur, TN – BTS, disamping keberadaan wisata-wisata yang lain berupa 13 wisata alam (eco-tourism), 12 wisata budaya, 1 wisata daerah, dan 2 wisata hiburan serta lain-lainnya yang seluruhnya membentang di kawasan timur mulai dari Kecamatan Pakis, Kecamatan Tumpang, dan Kecamatan Poncokusumo membentuk kemenyatuan karena kedekatan dengan obyek wisata di wilayah studi disamping memiliki pola perjalanan yang searah dari utara ke selatan di kawasan Timur. Potensi pengembangan Obyek Wisata, yaitu potensi pengembangan berdasarkan jenis dan keunikan atraksi yang ada, sosial budaya dan kerajinan rakyat. Atapun potensi pendukung pengembangan wisata sendiri yaitu partisipasi Masyarakat sekitar kawasan, komoditi produk unggulan serta kondisi alam. Untuk mengembangkan potensi pariwisata tersebut telah dibentuk Dinas Pariwisata melalui Perda no. 15 tahun 2001.

Meski demikian, pengembangan potensi kepariwisataan masih menemui kendala antara lain terbatasnya biaya untuk pengembangan wisata, SDM yang minim pengetahuan dan pemerintah yang kurang dapat merangkul sektor swasta.

Dengan berakhirnya penelitian ini, saran yang dapat peneliti sampaikan diantaranya : Perlunya perbaikan sektor perhubungan seperti kondisi jalan banyak yang rusak, kebersihan lingkungan di kawasan pariwisata masih perlu ditingkatkan, dan pembinaan terhadap pepengusahaan di bidang Pariwisata.

Undergraduate Theses from JIPTUMM / 2002-11-25 06:01:00
Oleh : UMROTUS SOLIKHA (98230066), Dept. of Governmental Science

sak lengkape dul »»